Minggu, 07 April 2013

perkembangan iptek di bidang kesehatan

PENGEMBANGAN BIO MATERIAL UNTUK KEMAJUAN TEKNOLOGI KESEHATAN NASIONAL


1. Kemajuan teknologi di bidang kesehatan tulang
Sejak tahun 2003, Pusat Teknologi Material (PTM) BPPT telah melakukan pengembangan biomaterial untuk aplikasi kesehatan. Kegiatan yang dilakukan antara lain, melakukan uji toksisitas dan biokompatibilitas hidroksiapatit (HA) berbahan dasar mineral alam (batu gamping dan koral) untuk bone filler (pengisi tulang), melakukan desain dan pembuatan komponen pelat implan berbasis stainless steel sebagai bone substitute (pengganti tulang), serta melakukan desain proses pembuatan semen tulang Polymethylmethacrylate (PMMA) untuk tujuan bone cement (semen tulang). HA, merupakan suatu kalsium fosfat yang banyak digunakan sebagai material pengganti tulang karena kemiripannya dengan struktur kimia tulang dan jaringan keras pada mamalia. Material ini dapat mendorong pertumbuhan tulang baru, serta mempercepat proses penyatuan tulang. Mahalnya bahan dasar bone filler impor yang berupa serbuk kalsium dan fosfat, membuat PTM BPPT berinisiatif untuk mengembangkan bahan dasar HA dari bahan baku lokal yaitu gamping. Dari uji toksisitas yang dilakukan, ditemukan bahwa HA yang dihasilkan tidak menimbulkan racun sehingga aman untuk digunakan. Selain itu dari uji biokompatibilitas, dapat diketahui juga bahwa HA ini mampu berinteraksi dengan jaringan tubuh makhluk hidup dengan baik. PTM juga mengembangkan bone filler yang mempunyai kandungan obat didalamnya. Jadi dengan memasukan bone filler tersebut ke dalam tulang, maka obat dapat mengalir langsung ke tulang yang berpenyakit sehingga hasilnya akan lebih cepat terasa tambahnya. Selain HA untuk bone filler ,sejak tahun 2007 PTM BPPT juga mengembangkan Polymethylmethacrylate (PMMA)/bone cement polimer untuk mengisi celah-celah persendian buatan dalam proses implantasi sendi putar. “Kami menggunakan teknologi reverse engineering, yakni meneliti komposisi bone cement komersil yang dipasarkan di luar negeri, untuk kemudian dilakukan studi literaturnya yang hasilnya kita gunakan untuk mengembangkan PMMA ini. PMMA yang dihasilkan BPPT memiliki sifat-sifat tidak jauh dari produk komersil yang sudah ada. Diantaranya yaitu elastisitas, sifat kimia dan fisikanya serta kemampuan dalam pengeringan. Saat ini bahan yang digunakan masih impor, namun Dwi mengharapkan ke depan dapat mengembangkan PMMA berbahan baku lokal. Saat ini di Indonesia belum ada industri alat kesehatan maupun industri farmasi yang memproduksi bone filler dan bone cement. Hal ini disebabkan pihak industri menganggap market untuk kedua produk kesehatan ini kecil.Jika ditilik lebih jauh, HA selain dapat digunakan sebagai bahan dasar bone filler, juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan pasta gigi untuk memperbaiki email gigi yang rusak, bahan anti-aging dalam kosmetik dan bahan pemurnian air.
Pengembangan lainnya
Indonesia memiliki sumberdaya pasir besi yang sangat berlimpah. Untuk itu kami di PTM, juga melakukan kegiatan pengembangan bone substitute berbahan dasar baja stainless tipe SS316L. Tipe ini dipilih karena ketahanannya yang tinggi terhadap karat. Pengembangannya saat ini sudah sampai pada tahap uji toksisitas dan uji inflamasi interaksi jaringan. Melihat potensi pasar yang ada, BPPT telah mensosialisasikan bone filler dan bone cement pada industri dan pihak-pihak yang terkait di Indonesia. Sedangkan untuk bone substitute, sudah ada industri di Surabaya yang memproduksinya. Pada industri tersebut, selain memberikan problem solving mengenai bahan baku baja stainless yang selama ini masih harus impor, BPPT juga memberikan solusi teknologi alternatif dalam membuat produk alat kesehatan yakni dengan teknik pengecoran. Kelebihan dari teknik pengecoran dibanding teknik machining yang selama ini mereka terapkan adalah tidak menimbulkan limbah dalam jumlah besar. Ke depan, kami akan mengembangkan implant skrup berbahan baku polimer yang mempunyai kelebihan dapat langsung ditanam ke dalam tubuh tanpa harus diambil kembali. Sebenarnya di luar negeri pun sudah ada produk komersial implant skrup yang berbahan baku titanium, hanya saja harganya sangat mahal. Jika kita mengembangkan sendiri implant skrup ini, tentunya harganya akan menjadi lebih terjangkau, sekaligus juga kita berkontribusi dalam memajukan teknologi alat kesehatan nasional.




2. Kemajuan teknologi di bidang kesehatan gigi
Kemajuan teknologi di bidang kesehatan di Singapura adalah di bidang kesehatan gigi. Jangan khawatir, di Singapura, yang ompong kini bisa tersenyum manis menggunakan gigi implan. Seperti apa implan itu dilakukan? Berikut liputannya.       Senyum yang indah merupakan sesuatu yang terpancar dari dalam diri, lebih dari sekadar putih berkilau atau gigi yang rapi. Itu merupakan masalah kesejahteraan fisik dan mental. Didapat dari perilaku hidup yang sehat, menu makan seimbang, olahraga rutin, kesehatan gigi yang baik, sampai pemikiran yang positif dan sehat. Itulah yang diyakini Specialist Dental Group Singapura.     Dimulai sejak 30 tahun silam dengan nama Henry Lee Dental Surgery, klinik itu diberi nama baru pada 2008: Specialist Dental Group. Menurut direktur klinik, Dr Ansgar C Cheng dan Dr Neo Tee Khin, nama baru itu merefleksikan keluasan dan kedalaman dari multidisiplin tim dokter yang dapat menyediakan pelayanan perawatan gigi menyeluruh dalam satu tempat. Dalam kunjungan media familiarisation Singapore Tourism Board (STB), sejumlah media mendapat kesempatan bertemu langusung dengan dua pimpinan Specialist Dental Group tersebut. Dr Cheng menjelaskan tentang inovasi dan terobosan terbaru dalam kedokteran gigi. Mengganti gigi dengan dental implants bukan sesuatu yang aneh. Siapa saja bisa mengganti gigi menggunakan teknologi mutakhir tersebut. Anda bisa menemukannya di Specialist Dental Group di Mount Elizabeth Medical Centre, tak jauh dari pusat perbelanjaan Orchard Road di Singapura. Mereka memiliki teknologi dan keahlian dalam menempatkan implan gigi lebih cepat. Implan instan adalah trademark dari klinik Specialist Dental Group yang merupakan solusi untuk mendapatkan gigi baru dalam beberapa hari. Grup itu telah menerbitkan banyak artikel klinis tentang prosedur tersebut dan memiliki tingkat kesuksesan tinggi. Teeth-in-an-hour implan menggabungkan pasien CT scan dan software tiga dimensi atau 3D untuk merencanakan operasi sebelumnya dan prosedur yang sebenarnya dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam. Pasien keluar dari klinik dengan gigi baru mereka pada akhir prosedur. Lalu merapikan gigi (hampir) tak terlihat. Invisalign adalah cara baru untuk meratakan susunan gigi menggunakan aligner (pelurus) bening yang bisa dilepas. Perencanaan dilakukan menggunakan software 3D dan aligner akan dicetak. Perawatan lebih estetis, nyaman, dan kesehatan gigi juga lebih terjaga, karena aligner dapat dilepas saat pasien makan dan dipakai kembali setelah menyikat gigi. Itu berarti mengurangi kunjungan ke dokter gigi. Tak hanya itu, pilihan lain ada gummy smile. Gigi dapat diperbaiki dengan bedah plastik gusi. Orang-orang yang menunjukkan terlalu banyak gusi ketika mereka tersenyum kini memiliki solusi dengan perawatan gummy smile. Prosedur itu melibatkan beberapa tim spesialis, yaitu periodontis (spesialis gusi), prosthodontis (spesialis penggantian gigi), orthodontis (spesialis kawat gigi), dan ahli bedah mulut, untuk membantu mengubah senyuman seseorang. Lalu bagaimana pula di Pasific Healtcare? Pasific Healtcare Holdings (PHH) adalah kelompok penyedia jasa kesehatan yang berkembang pesat dan dinamis. Mereka juga telah membangun reputasi yang kuat dalam menyediakan pelayanan perawatan kesehatan berkualitas premium, yang berintegrasi dengan berbagai disiplin ilmu. Saat ini kelompok PHH berkembang dan meluas untuk menjadi pemain utama dalam layanan kesehatan di wilayah regional, dengan pusat medis dari Cina ke India. Layanan mencakup layanan spesialis dan gigi seperti halnya layanan diagnostik dan keafiatan. Fasilitas yang ada termasuk pusat bedah satu hari (tanpa opname), fasilitas pencitraan radiologi, laboraturium gigi, panti jompo, dan farmasi. Di Singapura, PHH merupakan penyedia jasa kesehatan nonrumah sakit terbesar. Menempati ruangan dengan luas lebih dari 2.100 meter persegi yang berada di jantung pusat perbelanjaan Singapura, Orchard Road. Cukup banyak pasien yang datang ke tempat itu dari berbagai negara. Mereka juga memiliki kantor perwakilan di Jakarta dan Ho Cho Minh. Menggunakan teknologi maju, ahli bedah gigi Pasific Healthcare menyediakan layanan kesehatan gigi secara umum, kosmetik, dan tanam untuk membantu Anda mendapatkan senyum yang lebih menarik. “Kita bisa membantu Anda mendapatkan senyum yang lebih menarik,” kata Dr William Chong, CEO of Pasific Healthcare Holding Ltd. Kompetensi dari kelompok Pasific Healthcare adalah dalam perawatan kesehatan spesialis, mencakup bidang bedah plastik, gigi tanam, dan kosmetik. Ada juga kebidanan dan kandungan. Lalu jantung dan kedokteran estetik. Ada dua rumah sakit lain di Singapura yang juga menawarkan kecanggihan di bidang medis, yakni KK Women’n an Children’s Hospital dan Changi General Hospital. Di KK Women’n an Children’s Hospital, disuguhkan terobosan baru dalam bedah ginekologi. Bedah mencakup bedah laparoskopi port tunggal untuk operasi besar ginekologi. Lalu fertiloskopi (bedah tak berbekas) sebagai modalitas pemeriksaan awal fertilitas dan kehamilan ektopik dini serta bedah ginekologi ringan seperti pemboran indung telur dan adhesilisis sederhana. Dalam bedah laparoskopoi port tunggal, pengukuran titik entri tunggal 2 cm pada bagian perut. Dibandingkan bedah laparoskopi konvensional, memerlukan 3 atau 4 insisi kecil. Pasien akan mendapatkan manfaat dari komesis yang lebih baik, karena cara itu tidak meninggalkan bekas operasi yang kentara seperti pada tindakan laparoskopi multiport. Manfaat potensial lainnya mencakup rasa nyeri berkurang pascaoperasi, waktu penyembuhan lebih cepat, komplikasi berkurang, dan hasil kosmetik yang lebih baik.        Jenis operasi apa saja yang dapat dilakukan dengan menggunakan bedah laparoskopi port tunggal? Menurut Dr Low Yee, setidaknya ada empat jenis operasi, di antaranya pengangkatan kista atau fibroid indung telur, kehamilan ektopik, pengangkatan rahim atau indung telur atau keduanya, dan adhesiilisis yang memungkinkan dan bedah tubal sederhana.   Tak ketinggalan Changi General Hospital (CGH) yang terletak di kawasan timur Singapura. Rumah sakit itu ditempuh 10 menit dari bandara internasional Changi. CGH adalah anggota Singhealth dengan tiga rumah sakit dan lima pusat spesialis nasional. CGH juga menerima penghargaan JCI, yaitu akreditasi internasional dari organisasi kesehatan Amerika. Rumah sakit pemerintah itu memiliki 790 tempat tidur untuk rawat inap, 30 kamar ICU, 12 kamar operasi, ruang gawat darurat beroperasi selama 24 jam. Tak hanya itu, Changi General Hospital mempekerjakan sebanyak 2.500 staf dengan melayani 43.000 pasien rawat inap dan 338.000 pesien rawat jalan setiap tahun. Seperti rumah sakit lainnya, CGH menawarkan 25 pelayanan medis yang komprehensif dan terkini, di antaranya bedah laparoskopi terkini, endropause dan klinik khusus pria, dermatologi, THT, gastroentrologi, klinik khusus payudara, dan sport medicine. Untuk bedah laparoskopi terkini, CGH melayani bedah umum seperti bedah hati, bedah bariatrik (lapbanding); ortopedik, legamen, dan operasi tulang pinggul dan lutut; lalu urologi yang meliputi penyakit prostat dan hernia repair. Lalu dermatologi menyediakan perawatan fototerapi, laser, microdermabrasion, botox, dan chemical peels. Bagi Anda yang mengalami masalah lemah sahwat, endropause, dan masalah kesuburan, bisa datang ke Changi General Hospital. Tak hanya itu, kemajuan teknologi kedokteran di Singapura juga terlihat di bidang telinga, hidung dan tenggorokan (THT). CGH memiliki reputasi internasional dalam mengatasi masalah mendengkur dan pendengaran. Koran ini sempat mencoba pengecekan THT dengan menggunakan alat video-endoskopi computer-assisted measurement (CAM) yang dilakukan Dr Hsu Pon Poh, chief & senior consultant ENT Surgeon dan director of integrated sleep service Changi General Hospital Singapura. “Silakan lihat di layar komputer! Ada penyumbatan di lubang hidung sebelah kiri,” kata dokter spesialis itu setelah menggerakkan video-endoskopi. Dia memperlihatkan perbedaan antara lubang hidung kanan dan kiri. “Tak hanya penyempitan, ada warna ungu di dinding hidung. Ini tanda alergi,” tambahnya. Pemeriksaan tersebut tak begitu lama. Secara umum kelainan yang ada pada hidung bisa dilihat jelas menggunakan video endoskopi tersebut. Gambar yang dihasilkan dapat dilihat langsung oleh pasien, dokter, dan keluarga pasien dengan menggunakan tiga monitor yang saling berhubungan. Changi General Hospital juga memiliki klinik khusus payudara. Klinik itu ditangani dokter ahli bedah wanita, Dr Tan Su-Ming. Tak semua keluhan pasien harus diselesaikan dengan cara operasi. “Kita melakukan deteksi awal menggunakan mammografi dan pemeriksaan payudara untuk kanker dan penyakit payudara,” katanya.(*)
3. Kemajuan Teknologi Informasi dalam Dunia Kesehatan
Teknologi informasi telah berkembang dengan sangat pesat dan telah merambah ke berbagai bidang kehidupan manusia termasuk juga pada bidang kesehatan. Kemajuan dalam bidang kesehatan ini begitu pesatnya berkat kemajuan dalam bidang IT, sehingga begitu banyak temuan-temuan yang didapatkan dengan bantuan teknologi informasi baik dalam hal pengorganisasian suatu rumah sakit, pengobatan, maupun penelitian-penelitian pengembangan dari ilmu kesehatan itu sendiri. Meskipun begitu dunia kesehatan (dan medis) merupakan bidang yang bersifat information-intensive, akan tetapi adopsi teknologi informasi masih relatif tertinggal. Sebagai contoh, ketika transaksi finansial secara elektronik sudah menjadi salah satu prosedur standar dalam dunia perbankan, sebagian besar rumah sakit di Indonesia baru dalam tahap perencanaan pengembangan billing system. Meskipun rumah sakit dikenal sebagai organisasi yang padat modal-padat karya, tetapi investasi dalam hal teknologi informasi hanya mendapatkan porsi yang kecil. Di AS saja, negara yang sudah maju baik dari sisi anggaran kesehatan maupun teknologi informasinya, rumah sakit rata-rata hanya menginvestasinya 2% dari dananya untuk teknologi informasi.
Industri Kesehatan telah memiliki standar operasional yang baik, seperti aplikasi standar patient safety. Praktik manajemen modern, seperti ISO, telah diterapkan di industri kesehatan secara gradual. Harapan hidup pasien telah mencapai taraf yang lebih baik dibanding masa lalu, berkat profesionalitas praktisi kesehatan yang semakin baik.
Bersamaan dengan meningkatnya standar pelayanan industri kesehatan, maka tantangan yang dihadapi juga semakin meningkat. Abad ke 21 ini menjadi abad yang penuh tantangan. Berbagai macam penyakit masih menjadi tantangan utama dunia kedokteran, seperti Jantung/kardiovaskular, Kanker, HIV/AIDS, Glukoma, Diabetes, Alzheimer, Huntington, Sickle Cell dan Schizoprenia. Masyarakat saat ini mulai menyadari bahwa teknologi informasi merupakan salah satu perangkat yang penting dalam peradaban manusia untuk membantu mengatasi masalah derasnya arus informasi. Teknologi informasi saat ini adalah bagian penting dalam manajemen informasi.
Di dunia medis, dengan perkembangan pengetahuan yang begitu cepat (kurang lebih 750.000 artikel terbaru di jurnal kedokteran dipublikasikan tiap tahun), dokter akan cepat tertinggal jika tidak memanfaatkan berbagai tool untuk mengudapte perkembangan terbaru. Selain teknologi informasi juga memiliki kemampuan dalam memfilter data dan mengolah menjadi informasi, TI mampu menyimpannya dengan jumlah kapasitas jauh lebih banyak daripada cara-cara manual. Konvergensi dengan teknologi komunikasi juga memungkinkan data kesehatan di-share secara mudah dan cepat. Disamping itu, teknologi memiliki karakteristik perkembangan yang sangat cepat. Setiap dua tahun, akan muncul produk baru dengan kemampuan pengolahan yang dua kali lebih cepat dan kapasitas penyimpanan dua kali lebih besar serta berbagai aplikasi inovatif terbaru.
Aplikasi teknologi informasi untuk mendukung manajemen informasi kesehatan
Secara umum masyarakat mengenal produk teknologi informasi dalam bentuk perangkat keras, perangkat lunak dan infrastruktur.
1. Perangkat Keras
Perangkat keras atau Hardware meliputi
a. Perangkat input : keyboard, mouse, scanner, mic, dll
b. Perangkat output : monitor, printer, speaker, dll
2. Perangkat Lunak
Perangkat lunak atau Software meliputi
a. Sistem Operasi : Windows, Linux, atau Mac
b. Program Aplikasi : Microsoft Office, Visual Basic, dll
3. Aspek Infrastruktur
Pada aspek infrastruktur, kita mengenal ada istilah jaringan komputer baik yang bersifat terbatas dan dalam kawasan tertentu (misalnya satu gedung) yang dikenal dengan nama Local Area Network maupun jaringan yang lebih luas, bahkan bisa meliputi satu kabupaten atau negara atau yang dikenal sebagai Wide Area Network (WAN).
Perangkat keras, perangkat lunak, serta infrastruktur, ketiga-tiganya memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas maupun efisiensi manajemen informasi kesehatan. Beberapa contoh penting yang akan diulas adalah:
Rekam medis berbasis komputer (Computer based patient record)
Salah satu tantangan besar dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi di rumah sakit adalah penerapan rekam medis medis berbasis komputer. Dalam laporan resminya, Intitute of Medicine mencatat bahwa hingga saat ini masih sedikit bukti yang menunjukkan keberhasilan penerapan rekam medis berbasis komputer secara utuh, komprehensif dan dapat dijadikan data model bagi rumah sakit lainnya. Pengertian rekam medis berbasis komputer bervariasi, akan tetapi, secara prinsip adalah penggunaan database untuk mencatat semua data medis, demografis serta setiap event dalam manajemen pasien di rumah sakit. Rekam medis berbasis komputer akan menghimpun berbagai data klinis pasien secara lengkap, pasien baik yang berasal dari hasil pemeriksaan dokter, digitasi dari alat diagnosisi (EKG, radiologi, dll), konversi hasil pemeriksaan laboratorium maupun interpretasi klinis. Rekam medis berbasis komputer yang lengkap biasanya disertai dengan fasilitas sistem pendukung keputusan (SPK) yang memungkinkan pemberian alert, reminder, bantuan diagnosis maupun terapi agar dokter maupun klinisi dapat mematuhi protokol klinik.

Teknologi penyimpan data portable
Pelayanan kesehatan menggunakan referral system yaitu continuity of care. Konsep pelayanan kesehatan yang memiliki tingkat konektivitas yang tinggi di tingkat primer dengan tingkat rujukan di atasnya. Syaratnya adalah adanya komunikasi data medis secara mudah dan efektif. Beberapa pendekatan yang dilakukan adalah penggunaan smart card (kartu cerdas yang memungkinkan penyimpanan data sementara). Smart card sudah digunakan di beberapa negara Eropa maupun AS untuk memudahkan pasien, dokter maupun pihak asuransi kesehatan. Smart card berisi, selain data demografis, beberapa data diagnosis terakhir juga akan tercatat. Teknologi lainnya adalah model web based electronic health record dimana pasien menyimpan data sementara kesehatan mereka di Internet. Datadapat diakses oleh dokter atau rumah sakit setelah diotorisasi oleh pasien. Aplikasi penyimpan data portabel sederhana adalah barcode (atau kode batang). Food and Drug Administration (FDA) di AS telah mewajibkan seluruh pabrik obat di AS untuk menggunakan barcode sebagai penanda obat. Penggunaan bar code juga akan bermanfaat bagi apotik dan instalasi farmasi di rumah sakit dalam mempercepat proses inventori. Selain itu, penggunaan barcode juga dapat digunakan sebagai penanda unik pada kartu dan rekam medis pasien.
Teknologi penanda unik yang sekarang semakin populer adalah RFID (radio frequency identifier) yang memungkinkan pengidentifikasikan identitas melalui radio frekuensi. Rumah sakit tidak lagi memerlukan barcode reader. Setiap barang (misalnya obat ataupun berkas rekam medis) yang disertai dengan RFID akan mengirimkan sinyal terus menerus ke dalam database komputer. Sehingga pengidentifikasian akan berjalan secara otomatis.

Teknologi nirkabel
Pemanfaatan jaringan computer dalam dunia medis sudah dirintis sejak hampir 40 tahun yang lalu. Pada tahun 1976/1977, University of Vermon Hospital dan Walter Reed Army Hospital mengem-bangkan local area network (LAN) yang memungkinkan pengguna dapat log on ke berbagai kom-puter dari satu terminal di nursing station. Saat itu, media yang digunakan masih berupa kabel koaxial. Saat ini, jaringan nirkabel menjadi primadona karena pengguna tetap tersambung ke dalam jaringan tanpa terhambat mobilitasnya oleh kabel. Melalui jaringan nir kabel, dokter dapat selalu terkoneksi ke dalam database pasien tanpa harus terganggu mobilitasnya.
Komputer genggam (Personal Digital Assistant)
Saat ini, penggunaan komputer genggam (PDA) menjadi hal yang semakin lumrah di kalangan medis. Di Kanada, limapuluh persen dokter yang berusia di bawah 35 tahun menggunakan PDA. PDA dapat digunakan untuk menyimpan berbagai data klinis pasien, informasi obat, maupun panduan terapi/penanganan klinis tertentu. Beberapa situs di Internet memberikan contoh aplikasi klinis yang dapta digunakan di PDA seperti epocrates. Pemanfaatan PDA yang sudah disertai dengan jaringan telepon memungkinkan dokter tetap dapat memiliki akses terhadap database pasien di rumahs akit melalui jaringan Internet. Salah satu contoh penerapan teknologi telemedicine adalah pengiriman data radiologis pasien yang dapat dikirimkan secara langsung melalui jaringan GSM. Selanjutnya dokter dapat memberikan interpretasinya secara langsung PDA dan memberikan feedback kepada rumah sakit.
Memang, hingga saat ini tidak ada satu rumah sakit di dunia yang dapat menerapkan konsep rekam medis elektronik yang ideal. Namun demikian, beberapa penelitian melaporkan karakteristik dan pengalaman rumah sakit dalam menerapkan rekam medis elektronik. Doolan, Bates dan James mempublikasikan suatu studi tentang keberhasilan penerapan 5 rumah sakit utama di AS.
Dan yang menerapkan rekam medis berbasis komputer dan mendapatkan penghargaan Computer-Based Patient Record Institute Davies’ Award. Kelimanya adalah :
1. LDS Hospital, Salt Lake City (LDSH) pada 1995
2. Wishard Memorial Hospital, Indianapolis (WMH) tahun 1997
3. Brigham and Women’s Hospital, Boston (BWH) tahun 1996
4. Queen’s Medical Center, Honolulu (QMC) in1999
5. Veteran’s Affairs Puget Sound Healthcare System, Seattle and Tacoma (VAPS) tahun 2000
Kelima rumah sakit tersebut merupakan rumah sakit pendidikan dengan jumlah tempat tidur bervariasi (dari 246-712 TT). Berdasarkan kepemilikan, 3 diantaranya merupakan rumah sakit swasta non profit (1,3,4), 1 merupakan rumah sakit daerah (2) dan 1 rumah sakit tentara (5).
Rekam medis elektronis telah diterapkan untuk mendukung pelayanan rawat inap, rawat jalan maupun rawat darurat. Berbagai hasil pemeriksaan laboratoris baik berupa teks, angka maupun gambar (seperti patologi, radiologi, kedokteran nuklir, kardiologi sampai ke neurologi sudah tersedia dalam format elektronik. Disamping itu, catatan klinis pasien yang ditemukan oleh dokter maupun perawat juga telah dimasukkan ke alam komputer baik secara langsung (dalam bentuk teks bebas atau terkode) maupun menggunakan dictation system. Sedangkan pada bagian rawat intensif, komputer akan mengcapture data secara langsung dari berbagai monitor dan peralatan elektronik. Sistem pendukung keputusan (SPK) juga sudah diterapkan untuk membantu dokter dan perawat dalam menentukan diagnosis, pemberitahuan riwayat alergi, pemilihan obat serta mematuhi protokol klinik. Dengan kelengkapan fasilitas elektronik, dokter secara rutin menggunakan komputer untuk menemukan pasien, mencari data klinis serta memberikan instruksi klinis. Namun demikian, bukan berarti kertas tidak digunakan. Dokter masih menggunakannya untuk mencetak ringkasan data klinis pasien rawat inap sewaktu melakukan visit. Di bagian rawat jalan, ringkasan klinis tersebut dicetak oleh staf administratif terlebih dahulu. Kunci keberhasilan pengembangan sistem merupakan investasi untuk memperbaiki dan meningkat-kan proses klinis dan pelayanan pasien. Saat ini, seiring dengan isyu medical error dan patient safety, kebutuhan pengembangan IT menjadi semakin dominan dan klinisi perlu dilibatkan dalam perancang-an dan modifikasi sistem.Di kelima rumah sakit tersebut, berbagai upaya dilakukan, baik formal maupun non formal untuk melibatkan dokter dan dalam perancangan dan modifikasi sistem. Dokter, perawat maupun tenaga kesehatan lain yang memiliki pengalaman informatik dilibatkan sebagai penghubung antara klinisi dan sistem informasi. Hal ini terutama sangat penting dalam merancangn sistem pendukung keputusan klinis. Salah satu manajer IT mengatakan bahwa “We had over 530 people involved, and doctors hired to help us design screens and everything. The doctors were very much part of the effort.”
Menjaga dan meningkatkan produktivitas klinis
Meskipun diakui bahwa penggunaan komputer menambah beban bagi dokter, tetapi rumah sakit me-nyediakan fasilitas yang sangat mendukung. Jaringan nirkabel disediakan agar dokter tetap dapat mengakses data secara mobile. Demikian juga, fasilitas internet memungkinkan mereka memantau perkembangan pasien dari rumah.
Menjaga momentum dan dukungan terhadap klinisi.
Salah satu dokter mengatakan bahwa “..We demonstrated and talked about it and evangelized the clinical staff that this was something good, something sexy, high tech and innovative and it was going to be expected to be utilized.” Karena kesemuanya adalah rumah sakit pendidikan, setiap residen di-haruskan menggunakan komputer untuk mencatat perkembangan pasien. Akan tetapi, memelihara momentum agar dokter dapat menggunakan komputer secara langsung bervariasi, dari 3 tahunan hingga satu dekade.
Aspek Teknologi dalam Bidang Medis
Tak dapat dipungkiri bahwa pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang teknis medis berkembang demikian pesatnya. CT Scan, generator x-ray MRI dan lain-lain adalah contoh nyata betapa alat bantu tersebut dapat lebih cepat dan tepat menentukan diagnosa yang pada gilirannya sangat bermanfaat dalam menetapkan skedul pengobatan yang sesuai. Namun, bukan berarti tanpa kendala. Tingkat kesalahan, ketrampilan dan biaya yang membengkak patut menjadi pertimbangan dalam memilih dan menentukan peralatan berbasis teknologi informasi.

Aspek Teknologi di Bidang Medis dalam Praktek
Dalam perkembangannya, peralatan teknologi sebagai penunjang yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan tindakan medis dalam praktek sehari-hari makin canggih. Laptop dan PDA adalah contoh alat bantu yang sering digunakan (di luar negeri). Penelitian tentang manfaat alat tersebut terhadap keputusan tindakan medis ternyata masih perlu pengembangan. Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan dasar para praktisi. Artinya, alat bantu di atas dapat memberi informasi dalam tindakan klinis namun seyogyanya disadari pula bahwa alat bantu bukan alat yang serba bisa.
Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan efektivitas penggunaan sistem komputer untuk memperbaiki praktek peresepan (Bates dan Gawande, 2003). Kajian yang lebih baru oleh Chaudhry, dkk (2006) menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi informasi dapat bermanfaat untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar pelayanan medik, dan mengurangi risiko kesalahan pengobatan.
Kajian sistematis Kawanoto, dkk (2005) pada 70 penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sistem pendukung keputusan klinis terbukti meningkatkan pelayanan klinik pada 68% studi.
Aspek Teknologi dalam Bidang Pendidikan
Pada dasarnya Teknologi Informasi dimaksudkan untuk mempermudah proses belajar yang konstruktif dengan mengintegrasikan simulasi dan berhadapan dengan kasus realistik secara berkesinambungan sejak preklinik hingga pendidikan klinik di RS. Sebagai contoh, ketika mahasiswa belajar anatomi dengan cara konvensional, diperlukan waktu lama untuk memahami setiap bagian tubuh manusia karena harus membedahnya lapis demi lapis sebelum mengetahui organ di dalamnya. Berbeda dengan cara terkini yang bisa dilakukan dengan bantuan teknologi informasi sehingga pemahaman lebih mudah dan cepat. Fungsi zoom dapat membantu mengenal secara detail setiap bagian tubuh. Manakala mahasiswa berhadapan dengan kadaver maka bayangan detail tiap lapisan tubuh sudah melekat dalam memori.
Peran IT Akan Semakin Dominan.
Dunia IT semakin berkembang pesat. Komputer masa kini memiliki processing power yang lebih besar, namun memiliki ukuran yang lebih kecil. Sistim operasi semakin lama semakin user friendly. Linux menjadi pilihan banyak praktisi IT, karena open source. Dengan perkembangan dunia IT yang semakin maju, maka sudah seharusnya semua itu dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah kedokteran. Sekarang, sistim e-health dan asuransi kesehatan sudah sepenuhnya ditopang oleh IT. Namun, ke depannya, sudah seharusnya kedokteran klinis juga ditopang secara penuh oleh berbagai perkembangan dunia IT, seperti open source, user friendly GUI, dan multi core processor. Bioinfomatika kedokteran akan semakin berperan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi pasien secara langsung.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar